JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menunjukkan langkah proaktif dalam menjaga kepercayaan pasar modal dan sektor keuangan domestik. Pada Selasa (3/2/2026), Airlangga menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah investor institusional kelas kakap di Wisma Danantara untuk memastikan iklim investasi tetap kokoh di tengah gejolak global.

Langkah "gerak cepat" ini diambil untuk memberikan kepastian kepada pelaku pasar bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam jalur yang kuat dan stabil.

Komitmen Stabilitas di Tengah Dinamika Global

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia. Koordinasi lintas otoritas terus diperkuat guna meminimalkan risiko yang dapat mengganggu stabilitas domestik.

"Pemerintah terus menjaga stabilitas kebijakan ekonomi nasional di tengah dinamika global dan perkembangan sektor keuangan domestik," tegas Airlangga, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto.

Dialog Informal, Dampak Maksimal

Pertemuan di Wisma Danantara ini didesain sebagai ruang dialog informal. Tujuannya agar pemerintah bisa mendengar langsung aspirasi pelaku pasar sekaligus menjelaskan arah kebijakan ekonomi ke depan secara lebih mendalam.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam diskusi tersebut meliputi:

  • Fundamental Ekonomi: Penjelasan mengenai daya tahan ekonomi Indonesia yang tetap positif.

  • Tata Kelola Prudent: Komitmen pemerintah terhadap pengelolaan ekonomi yang hati-hati dan berkelanjutan.

  • Sinergi Kebijakan: Penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Memperkuat Kepercayaan Investor

Menurut Haryo Limanseto, kehadiran langsung Menko Airlangga dalam forum tersebut menjadi sinyal positif bagi para investor. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil terukur dan transparan.

"Pendekatan komunikasi yang terbuka dengan investor dinilai penting untuk menjaga kepercayaan dan meminimalkan ketidakpastian di pasar," ujar Haryo (4/2/2026).

Pemerintah berharap melalui engagement yang berkelanjutan seperti ini, optimisme pasar tetap terjaga. Dengan iklim investasi yang sehat, Indonesia diharapkan mampu terus menarik modal jangka panjang yang krusial bagi pembangunan nasional.

Sumber: Golkar Today