JAKARTA – Isu pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pupuk Fakfak yang menyeret nama Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menuai reaksi keras. Tajus Syarofi, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Brebes sekaligus praktisi komunikasi, menilai narasi yang berkembang di media tertentu merupakan "framing yang dipaksakan" dan mengabaikan fakta teknis yang sebenarnya.
Fakta LHP BPK vs Narasi Media
Tajus menyoroti adanya distorsi realitas terkait angka "kerugian negara" Rp2,9 triliun yang sempat ramai diberitakan. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, fakta yang ditemukan adalah:
Bukan Kerugian Negara: Angka Rp2,9 triliun tersebut merupakan estimasi kenaikan biaya investasi jika proyek dilanjutkan di lokasi dengan kondisi geologis tertentu (rongga), bukan uang negara yang hilang.
Realisasi Anggaran: Sejak 2021-2024, anggaran yang benar-benar terserap adalah Rp250,9 miliar untuk kebutuhan pra-proyek seperti penelitian, gaji, dan pengembangan.
Hak Jawab BPK & Pupuk Indonesia: Baik BPK maupun PT Pupuk Indonesia (Persero) telah mengklarifikasi bahwa pembangunan fisik belum dimulai, sehingga tuduhan kerugian negara dinilai prematur.
Alasan Teknis Pemindahan Lokasi
Pemindahan lokasi dari Teluk Bintuni ke Fakfak bukanlah keputusan personal Bahlil, melainkan hasil kajian mendalam bersama akademisi (UI & ITS) serta TNI AL. Kendala teknis di Bintuni meliputi adanya pipa gas bawah laut dan tingginya sedimentasi yang membahayakan keamanan proyek.
Keputusan ini juga dikukuhkan melalui Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden dan melibatkan lintas kementerian, bukan atas kehendak sepihak Menteri Investasi saat itu.
Bahaya "Character Assassination"
Dalam kacamata teori komunikasi, Tajus menilai media sedang menjalankan agenda setting untuk mendikte cara berpikir publik.
“Media cenderung memilih variabel dengan nilai pemberitaan tinggi, memfokuskan narasi pada kerugian negara tanpa data akurat. Ini adalah upaya character assassination atau pembunuhan karakter untuk men-downgrade Ketua Umum kami,” tegas Tajus Syarofi dalam keterangannya.
Sikap AMPI: Kawal Ketahanan Pangan Indonesia Timur
Keluarga besar DPP AMPI mendukung penuh pelurusan informasi yang dilakukan oleh kader Golkar Brebes, Tajus Syarofi. AMPI memandang Proyek Pupuk Fakfak adalah kunci kedaulatan pangan di wilayah Indonesia Timur.
"Kami tidak akan membiarkan proyek strategis yang bertujuan memajukan ekonomi Papua dan Indonesia Timur ini digembosi oleh narasi-narasi tanpa dasar. AMPI mengajak pemuda untuk cerdas memilah informasi. Kita harus fokus pada substansi pembangunan, yaitu penciptaan lapangan kerja dan kemandirian pupuk nasional," tulis pernyataan resmi DPP AMPI.
Sumber Informasi: Opini Tajus Syarofi












