BINJAI – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Ace Hasan Syadzily, memberikan peringatan penting mengenai urgensi menjaga kedaulatan bangsa di tengah dinamika geopolitik global. Ace menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi dan hukum adalah fondasi utama agar Indonesia tidak mudah diintervensi oleh kekuatan asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Ace saat memberikan kuliah umum dalam acara “Lemhannas Goes to Campus” di Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Binjai, Sumatera Utara.

Kemandirian Ekonomi sebagai Perisai Kedaulatan

Menurut Ace, ketahanan nasional sangat bergantung pada stabilitas dan kemandirian ekonomi. Ia menyoroti bahwa ketergantungan pada pihak luar, terutama dalam hal pangan dan energi, dapat menjadi pintu masuk bagi intervensi asing yang merugikan kepentingan nasional.

"Dengan kemandirian ekonomi, sebuah negara mampu mengurangi ketergantungan pada impor barang, khususnya pangan dan energi, sehingga tidak mudah diintervensi oleh bangsa lain," ujar Ace Hasan (1/2/2026).

Kepastian Hukum: Prasyarat Investasi dan Keadilan

Selain ekonomi, sektor hukum menjadi perhatian serius Gubernur Lemhannas ini. Ia menilai kepastian hukum bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga instrumen untuk menarik investasi dan menjaga citra Indonesia di mata dunia.

  • Kepastian Hukum: Menjadi prasyarat mutlak untuk keberlanjutan pembangunan dan pengelolaan SDA yang adil.

  • Diplomasi Multilateral: Memperkuat legitimasi Indonesia di arena global agar tidak terjebak dalam dominasi kekuatan besar (superpower).

  • Penegakan HAM: Membangun kepercayaan dunia terhadap sistem hukum di Indonesia.

Menjawab Tantangan Global

Ace Hasan tidak menampik bahwa jalan menuju kemandirian tersebut penuh tantangan. Ia mengidentifikasi beberapa faktor krusial yang harus segera dibenahi oleh pemerintah dan seluruh elemen bangsa, di antaranya:

  1. Pemberantasan Korupsi: Menghilangkan hambatan utama dalam tata kelola pemerintahan.

  2. Kualitas SDM: Meningkatkan daya saing manusia Indonesia di kancah internasional.

  3. Investasi Asing yang Sehat: Memastikan modal asing yang masuk mendukung pertumbuhan nasional, bukan mendikte kebijakan.

  4. Keterbukaan Perdagangan: Menjaga keseimbangan pasar domestik di tengah arus perdagangan bebas.

"Tanpa ekonomi dan hukum yang kuat, ketahanan nasional akan sulit dicapai secara berkelanjutan," tutup Ace Hasan optimistis bahwa Indonesia bisa mencapai ketahanan nasional yang stabil jika berhasil menjawab tantangan tersebut.

Sumber: Golkar Today