BATANG – Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengambil langkah tegas dalam melindungi warganya pascabencana tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Setelah meninjau langsung lokasi, Bupati Faiz menetapkan wilayah tersebut sebagai "Zona Merah" dan meminta warga segera pindah demi menghindari potensi longsor susulan.
Relokasi ke Lahan Perhutani: Solusi Jangka Panjang
Berdasarkan asesmen teknis, struktur tanah di lokasi terdampak dinilai sangat labil dan tidak layak lagi sebagai hunian. Sebagai solusi, Bupati Faiz telah menyiapkan skema relokasi yang aman dan berkelanjutan.
-
Pemanfaatan Lahan Perhutani: Pemkab Batang tengah mengkaji pemanfaatan lahan eks Perum Perhutani yang dikelola LMDH sebagai lokasi permukiman baru yang jauh lebih aman.
-
Prioritas 22 Rumah: Tahap awal relokasi akan memprioritaskan 14 rumah di titik paling rawan, dengan estimasi total mencapai 20 hingga 22 rumah yang akan segera ditangani.
-
Hunian Sementara & Permanen: Pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan hunian sementara sembari mengupayakan pembangunan rumah permanen bagi warga terdampak.
Pastikan Logistik dan Kesehatan di Pengungsian
Sambil mematangkan proses relokasi, Bupati Faiz memastikan negara hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama di pengungsian. Bantuan logistik, layanan kesehatan, dan pendampingan sosial disalurkan secara intensif melalui koordinasi lintas dinas.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kita tidak bisa memprediksi kapan hujan ekstrem kembali terjadi. Relokasi adalah pilihan terbaik agar keluarga-keluarga ini bisa hidup tenang tanpa bayang-bayang bencana,” tegas Faiz Kurniawan.
Apresiasi AMPI: Kepemimpinan Solutif dan Pro-Rakyat
Keluarga besar DPP AMPI memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat Bupati Faiz Kurniawan. Sebagai pemimpin muda yang lahir dari semangat pembaharuan, langkah Faiz menunjukkan karakter kepemimpinan Partai Golkar yang "Karya Nyata"—tidak hanya hadir saat bencana, tetapi memberikan solusi tuntas hingga pascabencana.
AMPI menilai keberanian Bupati Faiz dalam mengeksekusi kebijakan relokasi adalah bukti komitmen pemimpin muda dalam mengutamakan kemanusiaan di atas segalanya. AMPI Jawa Tengah pun menyatakan kesiapan untuk menerjunkan Satgas guna membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan bagi warga Desa Pranten.
Sumber Informasi: Golkarpedia / Golkar2029.com (Februari 2026)












