DEPOK – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) sekaligus tokoh senior Partai Golkar, Mukhtarudin, meresmikan Migrant Center Universitas Indonesia (UI) di Balairung UI, Depok, Senin (2/2/2026). Langkah ini menjadi tonggak sejarah transformasi tata kelola pekerja migran Indonesia menuju kedaulatan dan martabat di mata dunia.
Transformasi Paradigma: Dari Pekerja Domestik ke Tenaga Ahli
Dalam momen perayaan Dies Natalis UI ke-76 tersebut, Mukhtarudin menegaskan arah baru kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
-
Fokus High-Skill: Pergeseran paradigma dari pengiriman tenaga kerja berkeahlian rendah menjadi penyediaan skilled workers dengan kualifikasi menengah hingga tinggi (medium-high skill).
-
Ekosistem Hulu ke Hilir: Membangun sinergi di mana kampus menjadi pusat riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan penyiapan warga.
-
Daya Saing Internasional: Menjamin setiap pekerja migran memiliki sertifikasi resmi yang diakui secara global.
Sinergi Empat Pihak: UI, KemenP2MI, Depok, dan Sukabumi
Peresmian ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang melibatkan empat instansi kunci untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja dan keluarganya.
-
Universitas Indonesia: Sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan advokasi berbasis riset.
-
KemenP2MI: Sebagai regulator dan pelindung utama pekerja migran.
-
Pemkot Depok: Fokus pada penguatan basis data dan perlindungan keluarga pekerja di wilayah penyangga.
-
Pemkot Sukabumi: Optimalisasi edukasi dan pengawasan di kantong-kantong pemberangkatan.
“Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyediakan skilled workers. Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia,” tegas Mukhtarudin.
Apresiasi AMPI: Kemenangan Intelektualitas dan Keberpihakan
Keluarga besar DPP AMPI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Mukhtarudin atas visi besarnya menggandeng dunia akademisi. AMPI menilai kehadiran Migrant Center UI adalah bukti nyata bahwa kader Golkar di pemerintahan mampu mengawinkan riset ilmiah dengan kebijakan publik yang berdampak langsung (impactful).
Bagi AMPI, langkah ini merupakan "Akselerasi Dampak" yang akan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk berkarier di kancah internasional dengan perlindungan hukum yang kuat dan kompetensi yang mumpuni.
Sumber Informasi: Detik / Golkarpedia / Golkar2029.com (2 Februari 2026)












