JAKARTA – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengawal keterwakilan perempuan di panggung politik formal. Sayap perempuan Partai Golkar ini secara aktif terus mengawal penyusunan struktur kepengurusan DPD I dan DPD II yang saat ini tengah dibentuk di berbagai daerah di Indonesia.

KPPG menegaskan pentingnya komitmen dari tim formatur di setiap daerah untuk memenuhi porsi minimal 30% keterwakilan perempuan dalam jajaran kepengurusan baru.

Melahirkan Kebijakan yang Responsif Gender dan Inklusif

Langkah pengawalan ketat ini dinilai sangat krusial. Hadirnya wajah-wajah perempuan di posisi strategis partai bukan sekadar pemenuhan kuota formalitas, melainkan sebuah kebutuhan dasar organisasi agar mampu melahirkan program kerja dan kebijakan partai yang lebih inklusif.

"Kami di KPPG terus memastikan dan berharap penuh agar porsi minimal 30% keterwakilan perempuan ini benar-benar terpenuhi di setiap daerah yang sedang menyusun kepengurusan. Keterlibatan aktif perempuan di jajaran struktural adalah kunci utama untuk melahirkan kebijakan partai yang lebih responsif gender dan inklusif," tulis keterangan resmi KPPG, Minggu (19/7).

Komitmen Melahirkan Kader Perempuan Potensial

Dorongan kuat dari KPPG ini juga sejalan dengan agenda besar Partai Golkar untuk terus melakukan modernisasi dan penguatan kaderisasi yang merata. Melalui pemenuhan kuota ini, KPPG siap menyuplai kader-kader perempuan potensial yang memiliki kompetensi tinggi untuk mengisi pos-pos kepengurusan baru di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Dengan keterwakilan yang kuat di jajaran pengurus daerah, Partai Golkar diharapkan dapat tampil sebagai partai yang semakin akomodatif terhadap aspirasi kaum perempuan sekaligus siap memenangkan agenda-agenda politik strategis ke depan.

Sumber Referensi: Dikutip dari agenda konsolidasi internal organisasi sayap Partai Golkar (Rilis Minggu, 19 Juli 2026).