MAKASSAR – Partai Golkar Sulawesi Selatan resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Mantan Wali Kota Makassar tersebut ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar penuh khidmat di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7).

Keputusan strategis ini diambil setelah IAS menjadi satu-satunya calon tunggal yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan. Sidang pleno yang dipimpin oleh perwakilan DPP Partai Golkar, Mustafa Raja, secara resmi membacakan ketetapan forum yang disambut gemuruh tepuk tangan dari ratusan kader dan peserta Musda.

“Menetapkan Saudara Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih sekaligus Ketua Formatur untuk menyusun kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan,” ujar Mustafa Raja saat memimpin jalannya sidang.

Gerak Cepat Susun Kepengurusan Solid

Untuk mengarsiteki struktur organisasi yang kuat, forum Musda langsung bergerak cepat dengan membentuk tim formatur yang dipimpin langsung oleh IAS. Tim lima penjuru ini diisi secara proporsional oleh perwakilan unsur DPP Partai Golkar, DPD II Golkar Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bone, serta perwakilan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).

Langkah taktis ini diharapkan mampu melahirkan komposisi kepengurusan baru yang solid, inklusif, dan siap tancap gas menghadapi kontestasi politik ke depan.

Dapat Restu Penuh dan Pujian dari Ketum Bahlil

Terpilihnya IAS juga membawa angin segar bagi soliditas internal partai. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang hadir membuka Musda XI memberikan testimoni dan dukungan penuhnya. Bahlil menilai, rekam jejak IAS yang merangkak dari bawah merupakan modal utama untuk membangkitkan kembali kejayaan Beringin di tanah Sulawesi Selatan.

Bahlil menyebut IAS sebagai salah satu figur terbaik yang sarat pengalaman, mulai dari aktif di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), memimpin Golkar tingkat provinsi, hingga sukses menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

“Saya berharap betul pengalaman beliau sebagai pengurus Golkar dari bawah, pernah di AMPI, pernah menjadi Ketua Golkar Provinsi, dan pernah menjadi wali kota dijadikan bekal untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti masa-masa sebelumnya,” pungkas Bahlil optimis.

Rumah Besar yang Terbuka untuk Semua Kader

Lebih lanjut, Ketum Bahlil menekankan bahwa Partai Golkar merupakan rumah besar yang ramah dan inklusif bagi seluruh kader. Kehadiran kembali IAS dipandang sebagai momentum rekonsiliasi yang positif bagi kemajuan partai.

Bahlil menegaskan bahwa perbedaan politik di masa lalu bukanlah hambatan, melainkan dinamika keluarga yang wajar.

“Bagi kami, kader-kader yang berhijrah itu bukan kompetitor. Mereka tetap saudara-saudara kami. Kita ini ibarat satu rumah, hanya berbeda kamar,” tegas Bahlil disambut hangat oleh seluruh kader.

Dengan kepemimpinan baru yang definitif dan didukung penuh oleh struktur pusat hingga daerah, DPD I Golkar Sulsel kini bersiap melakukan akselerasi konsolidasi demi merebut kembali posisi sebagai kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.

(Sumber: SULSELSATU.com)