Esensi Pendidikan Bukan Kekerasan
Firman menekankan bahwa ada kekeliruan cara pandang di masyarakat dan aparat penegak hukum yang sering kali menyamakan upaya pendisiplinan dengan pelanggaran HAM atau kekerasan fisik.
-
Konteks Pendidikan: Tindakan guru bertujuan membentuk karakter dan tanggung jawab, bukan untuk menyakiti. "Guru sering menjadi korban kriminalisasi hanya karena menjalankan tugas mendidik," ujar Firman.
-
Dampak Mental: Ketakutan akan ancaman hukum membuat proses belajar-mengajar menjadi tidak optimal karena guru terpaksa bersikap pasif demi menghindari jeratan pidana.
Potret Pahit Guru Honorer
Selain perlindungan hukum, legislator asal Pati, Jawa Tengah ini juga menyinggung masalah kesejahteraan, terutama bagi guru honorer yang harus bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan hidup.
-
Martabat Profesi: Firman menilai beban ekonomi yang berat mengganggu fokus guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
-
Solusi Komprehensif: Ia mendorong pemerintah meningkatkan gaji dan tunjangan, memberikan perlindungan hukum yang kuat, serta menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi guru.
“Kalau kita ingin pendidikan maju, maka gurunya harus sejahtera dan merasa aman. Tidak mungkin guru bisa mendidik dengan optimal jika setiap langkahnya dibayangi ketakutan dikriminalisasi,” tegas Firman Soebagyo.
Sikap AMPI: Guru Adalah Pahlawan, Bukan Pesakitan
Keluarga besar DPP AMPI mendukung penuh pernyataan Bang Firman Soebagyo. AMPI memandang bahwa martabat guru adalah martabat bangsa. Sebagai organisasi pemuda, AMPI merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat agar kembali menempatkan hormat yang tinggi kepada guru.
AMPI mendesak adanya payung hukum yang lebih spesifik untuk melindungi profesi guru agar mereka memiliki kekebalan hukum dalam menjalankan tugas profesionalnya. "Kami di AMPI siap menjadi benteng bagi para guru. Jangan sampai pahlawan tanpa tanda jasa justru menjadi korban dari sistem hukum yang tidak memahami realitas di ruang kelas," tegas rilis resmi DPP AMPI.
Sumber Informasi: Golkarpedia / Tim Media Firman Soebagyo (Februari 2026)












