JAKARTA – Indonesia kembali menegaskan posisi politik luar negeri yang bebas aktif dalam urusan pemenuhan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa masuknya minyak mentah asal Rusia ke Indonesia bukanlah sebuah persoalan, sejauh proses tersebut dilakukan sesuai regulasi dan memberikan keuntungan bagi negara.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi Indonesia setelah resmi bergabung dengan forum ekonomi BRICS pada Oktober 2024 lalu. Bahlil menekankan bahwa peluang kerja sama energi dengan anggota BRICS, termasuk Rusia, harus dimanfaatkan secara optimal.
"Ketika kita bergabung dengan BRICS dan ada peluang untuk mendapatkan minyak dari Rusia, selama itu sesuai aturan dan tidak ada persoalan, kenapa tidak?" tegas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM.
Keamanan Pasokan dan Kepatuhan Aturan Internasional
Meski mengimpor minyak dari Rusia yang tengah menjadi sorotan global, pemerintah melalui PT Pertamina memastikan bahwa seluruh proses tetap mematuhi koridor hukum internasional, termasuk ketentuan dari Office of Foreign Assets Control (OFAC) Amerika Serikat.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Adityawarman, menjelaskan bahwa pemilihan minyak Rusia didasarkan pada pertimbangan teknis dan ekonomi.
-
Tender Terbuka: Impor dilakukan melalui mekanisme transparan.
-
Spesifikasi Teknis: Minyak yang diimpor sesuai dengan kebutuhan kilang dalam negeri.
-
Kepatuhan Sanksi: Pertamina tetap mengikuti batasan harga dan aturan internasional agar tidak mencederai hubungan dagang global.
Data Pengiriman Akhir 2025 - Awal 2026
Berdasarkan data pelacakan kapal dari Kpler dan Vortexa, Indonesia tercatat menerima dua kargo minyak jenis Sakhalin Blend pada Desember 2025 dan Januari 2026.
-
Pelabuhan Balikpapan: Kapal GT Honor membongkar sekitar 700.000 barel pada 25 Desember 2025.
-
Pelabuhan Cilacap: Kapal Integrity Racer membongkar volume yang sama pada Januari 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan bahwa operasional ini adalah langkah rutin untuk menjamin stok BBM nasional tetap aman. "Pertamina selalu mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada dalam memenuhi kebutuhan energi nasional," ujarnya (4/2/2026).
Diversifikasi Energi di Tengah Dinamika Global
Masuknya minyak Rusia ini menandai perubahan menarik dalam pola impor energi Indonesia yang selama ini didominasi oleh pasokan dari Timur Tengah dan Afrika. Dengan harga yang kompetitif di pasar global, pemanfaatan minyak Rusia dianggap sebagai langkah taktis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri di tengah fluktuasi ekonomi dunia.
Sumber: Golkar Today












