Jakarta — Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Arief Rosyid Hasan, menyatakan bahwa penugasan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI merupakan bukti nyata komitmen Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam mendorong kepemimpinan perempuan sekaligus menegakkan prinsip kesetaraan gender dalam praktik politik nasional.

Menurut Arief, keputusan tersebut tidak dapat dilepaskan dari sikap tegas Ketum Bahlil dalam menghormati dan mematuhi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 169/PUU-XXII/2024 yang menegaskan kewajiban keterwakilan perempuan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang inklusif dan konstitusional.

“Penugasan Ibu Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI menunjukkan bahwa Ketum Bahlil tidak sekadar berbicara tentang kesetaraan gender, tetapi mengambil langkah konkret. Ini adalah sikap politik yang progresif, taat konstitusi, dan berpihak pada kepemimpinan perempuan,” tegas Arief Rosyid Hasan.

Arief menambahkan, di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, Partai Golkar secara konsisten mendorong dua agenda besar regenerasi kepemimpinan nasional, yakni kepemimpinan orang muda dan kepemimpinan perempuan, sebagai satu kesatuan strategi pembaruan partai dan demokrasi.

“Selama ini publik mengenal Ketum Bahlil sebagai motor penggerak kepemimpinan orang muda. Namun yang tidak kalah penting, beliau juga memberi ruang luas bagi perempuan untuk tampil dan memimpin di posisi strategis. Ini mencerminkan pemahaman bahwa masa depan Indonesia harus dipimpin oleh talenta terbaik tanpa diskriminasi gender,” lanjutnya.

AMPI menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat Putusan MK yang menegaskan bahwa keterwakilan perempuan bukan sekadar formalitas angka, melainkan harus tercermin dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan di lembaga legislatif. Dalam konteks ini, Golkar dinilai berada di garis depan dalam menjadikan putusan MK sebagai pedoman etik dan politik.

Sebagai organisasi pemuda yang menyalurkan aspirasi politiknya ke Partai Golkar, AMPI menyatakan kesiapan untuk mengawal dan mendukung agenda Ketum Bahlil Lahadalia dalam memperkuat kaderisasi kepemimpinan perempuan dan anak muda, baik di parlemen, partai, maupun ruang-ruang strategis kebangsaan lainnya.

“Kepemimpinan perempuan dan kepemimpinan orang muda bukan agenda simbolik, tetapi kebutuhan demokrasi modern. Ketum Bahlil telah menunjukkan keberpihakan yang jelas, dan AMPI berdiri tegak untuk mengawal agenda tersebut,” tutup Arief.