JAKARTA, 14 Januari 2026 – Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sekaligus aktivis pemuda, M. Arief Rosyid Hasan, memberikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia sepanjang tahun 2025.
Arief, yang telah konsisten mengawal isu kepemudaan sejak memimpin PB HMI periode 2013-2015, menilai bahwa transformasi energi yang dilakukan Kementerian ESDM saat ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jaminan masa depan bagi generasi muda Indonesia. Menteri Bahlil akan dicintai orang muda karena capaian kinerja 2025, tingkatkan EBT dan membuka lapangan kerja.
Akselerasi EBT dan Rekor Kapasitas Terpasang
Data menunjukkan lompatan signifikan dalam bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Hingga Desember 2025, kapasitas terpasang EBT mencapai 15.630 MW, sebuah tambahan kapasitas terbesar dalam lima tahun terakhir. Bauran EBT pun naik menjadi 15,75%, meningkat 1,1% dibanding tahun 2024.
"Sejak saya di HMI tahun 2010 hingga hari ini di politik, isu yang dicari anak muda adalah kepastian. Apa yang dilakukan Menteri Bahlil dengan mewajibkan B40 dan memberikan jaminan hukum kontrak EBT adalah langkah konkret. Ini memberikan sinyal pada dunia bahwa Indonesia serius dalam transisi energi, dan sinyal bagi anak muda bahwa industri masa depan ada di sini," ujar Arief Rosyid.
Keberpihakan pada Lapangan Kerja
Salah satu poin paling krusial dalam capaian tahun 2025 adalah penyerapan tenaga kerja. Sektor ESDM terbukti menjadi lokomotif ekonomi dengan menyerap 871.574 tenaga kerja langsung. Secara riil, dengan multiplier effect empat hingga lima kali lipat untuk tenaga kerja tidak langsung, sektor ini diperkirakan menghidupi sekitar lima juta jiwa.
Dalam jumpa pers capaian kinerja tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya penyerapan tenaga kerja ini:
“Selama 2025, di sektor ESDM, tenaga kerja langsung mencapai 871.574 orang. Ini tenaga kerja langsung. Biasanya kalau pakai teorinya Prof. Erani, Sekjen ESDM, jumlah angkatan kerja dikali empat atau lima dari tenaga kerja langsung. Sekalipun high technology, kami juga fokus untuk penciptaan lapangan pekerjaan, sebagai bentuk tanggung jawab negara untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak di Republik Indonesia.”
Membungkam Keraguan dengan Data
Arief Rosyid menekankan bahwa kepemimpinan Bahlil Lahadalia di ESDM seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian pihak. Namun, data tahun 2025 menjadi jawaban yang tak terbantahkan.
Sebagai Wakil Ketua Umum AMPI, Arief Rosyid menyatakan, “Menteri Bahlil seringkali dipandang sebelah mata. Tapi saat data dan angka berbicara, kita lihat lembaga yang dipimpinnya mampu membuktikan KPI (Key Performance Indicator) tercapai melampaui ekspektasi. Terutama pada isu pembukaan lapangan kerja dan peningkatan EBT yang menjadi concern anak muda hari ini. Ini adalah bukti bahwa eksekusi yang kuat jauh lebih penting daripada sekadar narasi. Kami mendukung penuh transformasi ini agar terus berkelanjutan."
Menurut Arief, transisi energi sektor ketenagalistrikan yang sedang digenjot pemerintah akan menurunkan jejak karbon nasional, yang merupakan investasi lingkungan bagi generasi mendatang. "Anak muda hari ini tidak hanya butuh kerja, tapi juga butuh bumi yang layak huni. Apa yang dikerjakan tim Kementerian ESDM saat ini adalah menjahit keduanya," tutupnya.












