JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya, menunjukkan empati dan perhatian mendalam terhadap isu kesejahteraan anak di daerah tertinggal. Menanggapi tragedi yang menimpa seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Atalia menegaskan bahwa negara harus hadir lebih dekat untuk menyentuh sisi psikologis anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Pendidikan Sebagai Hak, Bukan Beban
Atalia menyampaikan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk bermimpi. Ia menyoroti bahwa dampak ekonomi seringkali berimbas pada tekanan psikologis anak. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memastikan pendidikan menjadi jaring pengaman sosial yang kuat.
> "Negara harus hadir tidak hanya melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga melalui kepekaan sosial dan keberpihakan nyata. Pendidikan adalah hak dasar, bukan beban," ujar Atalia dengan penuh empati, Rabu (4/2/2026).
>
Apresiasi dan Evaluasi Program 'Sekolah Rakyat'
Sebagai bentuk solusi nyata, Atalia mengapresiasi langkah pemerintah dalam meluncurkan program Sekolah Rakyat (SR). Namun, ia memberikan masukan strategis agar program ini lebih tepat sasaran, terutama bagi wilayah pedesaan yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi dibanding perkotaan.
Beberapa poin penguatan yang didorong oleh Atalia antara lain:
* Pemerataan Lokasi: Memastikan Sekolah Rakyat hadir di pelosok desa agar mudah dijangkau oleh anak-anak miskin ekstrem.
* Deteksi Dini Psikososial: Mendorong sekolah agar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu mendeteksi potensi distress atau tekanan batin pada siswa sejak dini.
* Sinergi Lintas Sektor: Mengajak Kemendikbud, Kemensos, dan KPAI untuk berkolaborasi menciptakan ruang sekolah yang aman dan mendukung kesehatan mental anak.
Langkah Menuju Indonesia Emas
Perjuangan Atalia di Komisi VIII mencerminkan visi Partai Golkar dalam membangun kualitas manusia sejak dini. Dengan integrasi layanan perlindungan sosial dan pendidikan yang inklusif, Atalia optimis tidak akan ada lagi anak Indonesia yang terhambat sekolah hanya karena persoalan biaya perlengkapan dasar.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial yang sistematis untuk memutus rantai kemiskinan dan memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.
Sumber: Golkar 2029
Politik
Atalia Praratya Dorong Penguatan Mental Anak dan Perluasan 'Sekolah Rakyat' hingga Pelosok Desa
Bagikan

Tag
#AMPI
Baca Juga

20 May 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Uji Coba CNG Pengganti Elpiji 3 Kg Dilakukan di China dan Indonesia

20 May 2026
Tekanan Tembus 250 Bar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Keamanan Tabung Gas CNG 3 Kg Sebelum Dijual ke Rakyat!

20 May 2026
Kabar Gembira Usai Temui Prabowo! Bahlil Lahadalia Garansi Tarif Listrik Tetap Aman, Cek Harga Token di Sini!
Berita Lainnya dari AMPI

Politik
20 May 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Bakal Wajibkan Nomor Telepon untuk Daftar Medsos, Ini Alasannya

Politik
20 May 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Kecam Israel Tahan Jurnalis Indonesia di Misi Kemanusiaan Gaza

Politik
13 May 2026
Sarmuji Dorong DPD Golkar Hidupkan Kantor Partai Jelang Pemilu 2029

Politik
13 May 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Warning Bahaya Dunia Digital: Dari Radikalisme Gim Online hingga Eksploitasi Anak

Politik
13 May 2026
Heboh Royalti Tambang Juni 2026! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tunda Aturan Baru Demi Selamatkan Pengusaha dan Negara

Politik
13 May 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Buka Suara Soal Judi Online Hayam Wuruk, 320 WNA Sudah Diamankan

Politik
13 May 2026
Pasukan Perdamaian Dikirim ke Lebanon, Legislator Minta Perlindungan Prajurit Dimaksimalkan

Politik
07 May 2026
