JAKARTA – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membuka secara langsung Pagelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar pada Jumat (pekan lalu).
Acara kebudayaan ini ditegaskan Bahlil sebagai upaya Golkar untuk senantiasa menjaga kedekatan dan koneksi dengan akar budaya rakyat Indonesia.
"Pagelaran wayang ini tak hanya menampilkan seni gerak, pahat, suara, dan tutur, tetapi juga merefleksikan tradisi yang sejak lama telah menghubungkan Partai Golkar dengan budaya rakyat," ujar Bahlil dalam keterangannya.
Makna Filosofis Lakon "Semar Mbangun Kahyangan"
Pagelaran ini menampilkan lakon filosofis "Semar Mbangun Kahyangan" yang dibawakan oleh Dalang Ki Cahyo Kuntadi. Menurut Bahlil, pemilihan lakon ini memiliki makna yang mendalam dan relevan dengan visi partai.
Lakon tersebut menceritakan upaya untuk membangun tatanan yang lebih baik. Hal ini mencerminkan semangat Partai Golkar dalam membangun bangsa, yang harus didasari oleh kebijaksanaan dan keteguhan niat baik.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Partai Golkar untuk terus melestarikan seni dan budaya tradisional Indonesia sebagai bagian integral dari identitas bangsa, sembari menyerap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam berpolitik dan membangun negara.












