IKN, KALIMANTAN TIMUR – Mobilitas Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Dr. Jerry Sambuaga, M.A., dan jajaran pengurus pusat benar-benar menunjukkan efisiensi tingkat tinggi. Di hari yang sama dengan digelarnya MUSDA AMPI Kalimantan Timur (18 Februari 2023), rombongan DPP AMPI langsung bergerak cepat menuju lokasi Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk melakukan kunjungan lapangan.

Memastikan Peran Pemuda di Titik Nol

Langkah ini menegaskan bahwa AMPI tidak hanya berdiskusi di ruangan rapat, tetapi juga siap turun langsung ke lapangan untuk mengawal visi besar bangsa. Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari pesan Jerry Sambuaga saat membuka MUSDA: "Pemuda Kaltim harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri."

Dalam foto kunjungan, terlihat Ketum Jerry Sambuaga dan jajaran pengurus AMPI berdiri di lokasi pembangunan IKN, kemungkinan di area konstruksi infrastruktur dasar. Mereka tampak serius mendengarkan penjelasan dari pihak terkait (yang kemungkinan merupakan site manager atau perwakilan Otorita IKN). Gestur tangan Jerry Sambuaga yang menunjuk ke suatu arah menyiratkan diskusi teknis dan perencanaan strategis yang mendalam.

"IKN ini adalah warisan generasi. Kami datang bukan sekadar untuk foto-foto, tapi untuk memastikan secara langsung sejauh mana AMPI bisa berkontribusi, baik dalam penyediaan tenaga kerja muda yang terampil, maupun dalam mengawal narasi positif pembangunan ini. Kami harus melihat, menyentuh, dan memahami IKN agar bisa merencanakan partisipasi kami," ujar Ketum Jerry di lokasi tinjauan.

Komitmen yang Tak Kenal Lelah

Kunjungan site visit di hari yang sama dengan agenda MUSDA ini menunjukkan bahwa DPP AMPI telah merancang roadshow wilayah dengan sangat matang dan terintegrasi. Konsolidasi internal (Musda) segera diikuti dengan aksi eksternal (Tinjauan IKN), menunjukkan fokus AMPI yang berimbang antara urusan organisasi dan urusan pembangunan nasional.

AMPI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pemindahan ibu kota, dengan memastikan bahwa pembangunan tersebut inklusif terhadap kepentingan dan potensi pemuda Indonesia.