Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menorehkan prestasi gemilang, membuktikan komitmennya dalam mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok Indonesia, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Melalui program unggulan "Merdeka dari Kegelapan", Bahlil memastikan listrik bukan hanya monopoli wilayah maju, namun menjadi hak dasar yang membuka pintu kesejahteraan bagi warga di Timur Indonesia.

Tiga Proyek Strategis diresmikan, Mendongkrak Kesejahteraan Lokal
Menteri Bahlil baru-baru ini meresmikan dan memulai pembangunan tiga Proyek Strategis yang menjadi tonggak bersejarah bagi masyarakat lokal:
1. Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Provinsi Sulawesi Utara: Program yang bertujuan memberikan akses listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu.
2. Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wairara (128 kW) di Sumba Timur, NTT: Pemanfaatan potensi air lokal untuk menghasilkan energi bersih, memberikan cahaya dan kemandirian energi bagi warga Sumba.
3. Peresmian PLTMH Anggi I (150 kW) dan Groundbreaking PLTMH Anggi II (500 kW) di Pegunungan Arfak, Papua Barat: Langkah nyata memanfaatkan energi terbarukan di Papua, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur kelistrikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup di daerah terpencil.

Bahlil Tegaskan Prioritas untuk Daerah 3T
Langkah proaktif ini sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Daerah 3T sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur kelistrikan. Bahlil dengan tegas membuktikan bahwa listrik bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi merupakan kunci pembuka akses ke pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Kehadiran listrik desa dan pembangkit berbasis energi terbarukan ini adalah bukti nyata kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia dalam menjaga amanah negara untuk memeratakan pembangunan, membawa Indonesia semakin dekat menuju cita-cita Merdeka dari Kegelapan secara paripurna.