Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sukses membawa sektor energi Indonesia mencapai performa gemilang di penghujung tahun 2025. Di bawah kepemimpinannya, realisasi lifting migas nasional berhasil memenuhi target APBN, dibarengi dengan terobosan kebijakan yang sangat berpihak pada rakyat kecil.
Bahlil mengumumkan bahwa lifting minyak bumi nasional mencapai 605 ribu barel per hari, sebuah capaian signifikan yang melampaui performa tahun sebelumnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian Bahlil dalam melakukan berbagai terobosan teknologi dan reaktivasi sumur-sumur minyak yang sempat menganggur.
"Alhamdulillah, berkat arahan Bapak Presiden dan kerja keras tim, kita berhasil mencari jalan keluar agar target lifting tercapai demi ketahanan energi nasional," ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Mewujudkan Ekonomi Berdikari: 45 Ribu Sumur untuk Rakyat Salah satu poin paling progresif dalam kebijakan Bahlil adalah legalitas pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat. Sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, Bahlil menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dirasakan langsung oleh rakyat, bukan hanya oleh korporasi besar.
Melalui penataan tata kelola yang baru, terdapat lebih dari 45 ribu sumur minyak masyarakat yang kini dikelola secara legal dan produktif. Terobosan ini diprediksi akan membuka 225 ribu lapangan kerja baru di daerah-daerah, sekaligus memberikan tambahan produksi migas nasional.
"Sudah saatnya rakyat merasakan manfaat sebesar-besarnya. Minyak bumi ini bukan milik asing atau segelintir pengusaha saja. Ini adalah implementasi nyata ekonomi kerakyatan," tegas tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat daerah ini.
Energi untuk Kesejahteraan: Dari Tambang ke Meja Makan Tak hanya di sektor migas, Bahlil juga melakukan pembenahan besar di sektor mineral dan batubara (minerba). Ia secara tegas menertibkan izin usaha pertambangan (IUP) yang bermasalah demi memastikan pendapatan negara maksimal.
Visi Bahlil sangat jelas: setiap rupiah dari hasil bumi harus kembali ke rakyat dalam bentuk program nyata. "Jika pendapatan negara dari tambang dikelola dengan baik dan transparan, hasilnya bisa langsung digunakan untuk program makanan bergizi gratis, perbaikan fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur di pelosok daerah," jelasnya.
Komitmen Lingkungan dan Keberlanjutan Di tengah berbagai prestasi tersebut, Bahlil tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Ia memastikan setiap aktivitas pertambangan wajib mengikuti kaidah lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi warga sekitar melalui program pemberdayaan.
Keberhasilan Bahlil dalam menyeimbangkan antara target produksi nasional, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan rakyat memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang solutif dan visioner dalam menjaga kedaulatan energi Indonesia.








![[KLARIFIKASI] Tidak Benar Bahlil Umumkan Harga BBM Naik 10 Persen](https://ampi.is3.cloudhost.id/ampi/images/1775111964314-69a55781e676a-4%3A3.jpg)



