JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan posisi partainya dalam merespons isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang diprediksi menguat pada Februari 2026. Sarmuji menyatakan bahwa Partai Golkar menghormati penuh hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan susunan tim kerjanya.

Fokus pada Tantangan dan Target Pemerintah

Sarmuji, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, menjelaskan bahwa evaluasi kabinet merupakan hal yang lumrah dalam pemerintahan demi mencapai target yang telah dicanangkan Presiden.

  • Hak Prerogatif Presiden: "Apakah perlu dilakukan reshuffle, murni atas dasar penilaian Presiden. Presiden yang tahu mengenai kebutuhan tim untuk mencapai target," ujar Sarmuji.

  • Kinerja dan Strategi: Sarmuji menambahkan bahwa alasan reshuffle tidak selalu karena kinerja yang buruk, melainkan bisa jadi karena adanya tantangan baru di masa depan yang membutuhkan kompetensi tim yang berbeda.

  • Dinamika Internal Kabinet: Kabar perombakan ini salah satunya dipicu oleh beralihnya posisi Thomas Djiwandono dari Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), yang secara otomatis meninggalkan kekosongan di kursi Wamenkeu.

Kesiapan Golkar Mendukung Presiden

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Presiden masih mengkaji sejumlah nama untuk mengisi pos yang ditinggalkan, sembari berkonsultasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Sebagai partai pendukung utama pemerintah, Golkar memastikan tetap solid di bawah arahan Presiden.

“Siapa pun anggota kabinet tidak akan lepas dari penilaian Presiden. Kami di Golkar menyerahkan sepenuhnya mekanisme tersebut kepada Bapak Presiden,” tegas Muhammad Sarmuji.

Analisis AMPI: Loyalitas dan Kesiapan Kader Muda

Keluarga besar DPP AMPI memandang pernyataan Sekjen Sarmuji sebagai cerminan kedewasaan berpolitik Partai Golkar. AMPI sepakat bahwa stabilitas pemerintahan adalah prioritas utama untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.

Sebagai organisasi sayap kepemudaan, AMPI menegaskan bahwa Partai Golkar memiliki stok kader yang melimpah—baik senior maupun muda—yang siap ditugaskan kapan saja jika Presiden membutuhkan tenaga baru untuk memperkuat kabinet. AMPI tetap fokus mengawal program-program pemerintah di akar rumput, sembari memastikan bahwa setiap perubahan di tingkat pusat adalah demi kepentingan rakyat yang lebih besar.

Sumber Informasi: Golkartoday / Tribunnews (Januari - Februari 2026)