SURABAYA – Rencana besar Presiden Prabowo Subianto yang dipercayakan kepada Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mendapat dukungan kuat dari kalangan akademisi di Jawa Timur. Pemanfaatan nuklir dinilai sebagai langkah paling rasional untuk mencapai swasembada energi nasional.
Keunggulan Teknis: Bersih dan Stabil
Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, menjelaskan bahwa dari sisi teknis, PLTN memiliki densitas energi yang sangat tinggi dibandingkan sumber energi konvensional.
-
Efisien: Dengan bahan bakar yang minimal, PLTN mampu menghasilkan pasokan listrik dalam jumlah besar secara stabil dan kontinu (baseload).
-
Nol Emisi: Ary menegaskan bahwa nuklir adalah sumber energi bersih yang tidak menghasilkan emisi karbon dioksida, sehingga sangat relevan dengan komitmen Net Zero Emission Indonesia.
Efek Domino Ekonomi: Harga Terjangkau & Peluang Ekspor
Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menilai kehadiran PLTN akan memperkuat stabilitas fiskal nasional karena mampu mengurangi ketergantungan pada impor energi yang selama ini membebani APBN.
-
Listrik Murah: Jika biaya input energi lebih efisien, harga listrik ke masyarakat akan lebih terjangkau. "Bagi masyarakat, indikator kesejahteraan paling sederhana adalah harga," ujar Hendry.
-
Elektrifikasi Merata: PLTN menjadi kunci untuk menuntaskan target elektrifikasi 100%, terutama bagi wilayah Indonesia Timur yang masih minim pasokan listrik.
-
Potensi Ekspor: Jika kapasitas domestik terpenuhi, Indonesia berpeluang mengekspor energi bersih ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Bahlil Lahadalia Sebagai Figur Eksekutor
Para akademisi sepakat bahwa penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian DEN adalah langkah strategis. Bahlil dinilai sebagai sosok eksekutor yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan terukur demi swasembada energi.
“Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi figur penting eksekutor untuk perancang kebijakan dan memberi keuntungan dalam mendorong agenda swasembada energi secara lebih terukur,” tegas Hendry Cahyono.
Sikap AMPI: Kawal Transformasi Energi Nasional
Keluarga besar DPP AMPI mendukung penuh langkah transformatif yang dipimpin oleh Menteri Bahlil Lahadalia. AMPI memandang transisi ke energi nuklir adalah lompatan teknologi yang akan memberikan kepastian masa depan bagi generasi muda Indonesia. Dengan ketersediaan energi yang melimpah dan murah, daya saing industri nasional akan meningkat, membuka lapangan kerja luas, dan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Sumber Informasi: detik.com (1 Februari 2026)








![[KLARIFIKASI] Tidak Benar Bahlil Umumkan Harga BBM Naik 10 Persen](https://ampi.is3.cloudhost.id/ampi/images/1775111964314-69a55781e676a-4%3A3.jpg)



