Anggota DPR RI, Nurul Arifin, mengajak seluruh elemen di parlemen untuk menjadikan penghematan energi sebagai gaya hidup baru. Bukan cuma soal angka di atas kertas, langkah ini adalah cara para wakil rakyat memberikan contoh nyata (keteladanan) kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan energi.

"Ini bukan sekadar aturan teknis, tapi soal memberi teladan. Kalau kita ingin masyarakat hemat, kita di parlemen harus mulai duluan," ujar Nurul Arifin dengan nada optimis (28/3/2026).

Apa Saja yang Berubah di Gedung DPR?

Untuk mendukung gerakan positif ini, ada beberapa perubahan nyata yang dilakukan di kompleks Senayan:

  1. Lampu Padam Lebih Awal: Mulai jam 6 sore, gedung DPR mulai mematikan listrik secara terjadwal. Ini membantu mengurangi beban listrik yang tidak perlu di malam hari.

  2. Kendaraan Dinas Lebih Terkontrol: Penggunaan bensin kendaraan operasional kini dipantau ketat menggunakan sistem digital (RFID). Tujuannya agar penggunaan BBM lebih tepat sasaran.

  3. Kerja Lebih Fleksibel (WFH): Ada rencana untuk bekerja dari rumah (WFH) setiap hari Jumat. Selain mengurangi macet, ini sangat efektif menghemat penggunaan energi di gedung kantor.

  4. Rapat yang Lebih Simpel: Untuk rapat-rapat singkat, tidak perlu lagi ada jamuan makan yang berlebihan. Fokus utama adalah pada hasil rapat yang efektif.

Dampak Positif yang Diharapkan

Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, menjelaskan bahwa langkah-langkah sederhana ini punya dampak besar bagi keuangan negara:

  • Hemat Miliaran Rupiah: Hanya dari pengaturan kendaraan dinas saja, negara bisa menghemat sekitar Rp 1,5 miliar dalam setahun.

  • Tetap Produktif: Nurul Arifin menjamin bahwa meski ada penghematan, tugas DPR dalam membuat undang-undang dan mengawasi pemerintah tidak akan terganggu. Justru, cara ini membuat kerja jadi lebih efisien dan modern.

  • Bertanggung Jawab: Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, DPR ingin menunjukkan bahwa anggaran negara dikelola dengan sangat hati-hati dan penuh tanggung jawab.

"Dengan lebih sedikit orang di kantor karena WFH, penggunaan listrik berkurang dan perjalanan dinas pun lebih hemat. Ini langkah awal yang sangat bagus," tambah Nurul.

Sumber: tribunnews.com