SERAMBINEWS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan segera membahas kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Kajian terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi itu dilakukan setelah dirinya kembali ke Jakarta selepas mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan luar negeri (Jepang dan Korea Selatan).

Diketahui, Presiden Prabowo bersama rombongan telah tiba kembali di Jakarta pada Kamis (2/4/2026) dini hari usai melakukan lawatan dari Korea Selatan.

Bahlil menegaskan, keputusan terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi belum ditetapkan saat ini dan masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah. 

Ia menyebut, langkah tersebut akan mempertimbangkan dinamika yang berkembang, terutama terkait kondisi pasar energi global dan faktor ekonomi lainnya.

“Untuk BBM non-subsidi akan kami kembali ke Jakarta, baru kami akan melakukan pembahasan dengan melihat dinamika yang ada,” ujar Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Namun, ia mengisyaratkan bahwa penyesuaian harga yang terjadi diharapkan tidak signifikan apabila memang harus dilakukan.

“Insyaallah, kalau memang itu penyesuaiannya katakanlah ada, tapi kalau tidak banyak, itu jauh lebih baik,” kata dia.

Meski demikian, Bahlil belum merinci waktu pelaksanaan maupun besaran potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi. 

Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan akan dibahas pada tahap berikutnya setelah kajian dilakukan secara komprehensif.

“Waktunya nanti, berapanya, itu nanti kita akan bahas pada fase berikutnya. Terima kasih,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, penyesuian harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar yang bergerak dinamis. 

Karena itu, pemerintah berupaya mengambil keputusan secara hati-hati dan terukur.

Sumber : tribunnews.com