Kiprah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) tidak hanya bergema di dalam negeri, tetapi juga merambah ke kancah internasional. Pada 26 November 2022, Ketua Umum DPP AMPI, Dr. Jerry Sambuaga, M.A., memimpin delegasi AMPI dalam pertemuan strategis dengan Young Caucus (Kaukus Pemuda) di Bangkok, Thailand.
Diplomasi Meja Makan: Membangun Jembatan Kolaborasi
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa AMPI proaktif dalam membangun jejaring kepemudaan di tingkat regional ASEAN. Dalam suasana yang hangat dan produktif, delegasi AMPI berdiskusi intensif mengenai isu-isu kepemudaan global, tantangan ekonomi, dan peluang kolaborasi lintas negara.
Seperti terlihat dalam foto, pertemuan digelar dalam format roundtable meeting yang dipadukan dengan jamuan tea time. Ketum Jerry Sambuaga (kanan, berjaket AMPI) tampak antusias memaparkan gagasan-gagasannya. Gestur tangan beliau yang aktif menandakan adanya pertukaran ide yang dinamis. Di hadapannya, perwakilan Young Caucus menyimak dengan seksama, menciptakan suasana diplomasi yang cair namun berbobot.
Kehadiran pengurus AMPI dengan seragam kebesaran jaket kuning-hitam di negeri Gajah Putih ini menegaskan identitas organisasi yang solid dan bangga membawa nama pemuda Indonesia.
Di era globalisasi ini, pemuda Indonesia tidak boleh jago kandang. Pertemuan dengan rekan-rekan di Bangkok ini adalah langkah konkret AMPI untuk membuka wawasan, bertukar pengalaman, dan mencari peluang kolaborasi ekonomi maupun sosial. Kita ingin pemuda ASEAN tumbuh bersama," ujar Jerry Sambuaga yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan RI.
Menguatkan Posisi Indonesia
Langkah AMPI menjalin hubungan dengan entitas pemuda di luar negeri dinilai sangat strategis. Hal ini tidak hanya memperluas network organisasi, tetapi juga menjadi sarana soft diplomacy bagi Indonesia. AMPI memposisikan diri sebagai duta bangsa yang siap berdialog dan berkontribusi dalam penyelesaian isu-isu regional.
Kunjungan ke Bangkok ini menambah portofolio kegiatan AMPI di tahun 2022 yang semakin berwarna—mulai dari masuk ke pasar tradisional, turun ke desa bedah rumah, mengawal koalisi politik, hingga kini duduk satu meja dengan komunitas internasional.












